Jalan di Weltevreden

< >

Description

Snouck menjalin hubungan dengan pelbagai teman dan kenalan Jawa dan Sunda. Sebaliknya, di koloni dia tidak banyak bergaul dengan orang-orang Belanda dan karena itu tidak aktif dalam kehidupan sosial kolonial. Hari-harinya diwarnai dengan hari kerja yang panjang dan secara rutin menerima tetamu Jawa dan Sunda. Ia juga mendidik beberapa anak dari kalangan keluarga elite Jawa dan Sunda yang bersekolah di Batavia di Gimnasium Willem III. Dia menerima mereka setiap hari Minggu di rumahnya. Mereka harus menyerahkan esai dalam bahasa Belanda dengan topik yang bisa dipilih agak bebas. Salah satunya adalah Hoesein Djajadiningrat, yang di kemudian hari berangkat ke Leiden untuk menempuh studi dan pada akhirnya menjalani promosi pada Snouck: doktor Indonesia pertama dalam sejarah.

Jalan di Weltevreden di Batavia, 1910, inv.nr. KITLV 33412